Akhiri Kunker di Pulau Sumba, Gubernur Melki Bertemu Para Pemangku Kepentingan di Kabupaten Sumba Barat Daya

Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Tambolaka, 16 Maret 2026

Sumba Barat Daya menjadi akhir dari rangkaian kunjungan kerja Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Tim Kerja Percepatan Pembangunan NTT di daratan Sumba yang telah dilaksanakan sejak Sabtu (14/3) lalu.

Pada Senin pagi (16/3/2026), rombongan menuju Aula Kantor Bupati Sumba Barat Daya untuk menggelar pertemuan bersama para pemangku kepentingan daerah.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonu Wulla, bersama Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Rangga Kaka, serta unsur Forkopimda.

Para tamu undangan lain yang hadir diantaranya pimpinan DPRD, Pimpinan Perangkat Daerah, Camat, Kepala Desa / Lurah, Kepala Sekolah SMA / SMK, Kepala Puskesmas, pengusaha UMKM dan IKM dan NTT Mart, perwakilan NTT Mart, serta perwakilan perbankan.

Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonu Wulla, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang dinilai menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong percepatan pembangunan di daerah.

Ia mengungkapkan bahwa berbagai persoalan pembangunan masih menjadi tantangan di Kabupaten Sumba Barat Daya. Berdasarkan data Januari 2026, prevalensi stunting di daerah tersebut masih berada pada angka 40,2 persen. Sementara itu, data September 2025 menunjukkan tingkat kemiskinan mencapai 25,66 persen.

Bupati Ratu Wulla berharap melalui pertemuan tersebut akan lahir berbagai gagasan sinergi serta langkah-langkah strategis dan langkah konkrit yang mampu mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sumba Barat Daya.

Ia menjelaskan, dalam upaya menekan angka kemiskinan ekstrem, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya terus melakukan berbagai langkah strategis di berbagai sektor.

Di bidang pendidikan, pemerintah daerah menyiapkan program beasiswa pendidikan tinggi yang ditargetkan mampu mencetak 100 orang lulusan magister dan 10 orang doktor yang dibiayai melalui APBD. Selain itu, Pemkab Sumba Barat Daya juga mendorong anak-anak daerah untuk dapat melanjutkan pendidikan di SMA Taruna Nusantara.

“Saat ini kami mengirim 66 orang siswa telah mengikuti proses seleksi SMA Taruna Nusantara dan pemerintah daerah berharap mereka dapat lolos dan melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Di sektor perumahan, pada tahun 2026 pemerintah daerah menargetkan pembangunan 245 unit rumah layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan.

Bupati Ratu Wula juga menyampaikan bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah. Untuk itu telah dibentuk Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah, serta tim verifikasi data sosial ekonomi nasional guna memastikan penyaluran bantuan sosial dan program pengentasan kemiskinan berjalan tepat sasaran.

Untuk meningkatkan ekonomi warga khususnya bagi para pelaku UMKM dan pelaku kuliner, telah dibangun Tambolaka Kuliner Center (TKC).

Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla juga menjelaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini terdapat 7 dapur MBG yang telah beroperasi di wilayah Sumba Barat Daya.

Ia menegaskan bahwa seluruh pasokan bahan baku untuk dapur MBG tersebut berasal dari masyarakat lokal. Pemerintah daerah memastikan tidak ada petani yang dirugikan, karena setiap dapur telah dipasangkan dengan kelompok tani yang bertugas memasok kebutuhan bahan pangan.

“Berapa pun hasil produksi masyarakat harus diterima oleh dapur MBG dan tidak boleh ditolak,” tegasnya.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam arahannya mengatakan bahwa pergerakan sosial, ekonomi, dan politik di Kabupaten Sumba Barat Daya sangat dinamis.

“Dengan efisiensi anggaran ini kita dipaksa untuk lebih kreatif. Tetapi dari gambaran yang disampaikan tadi, saya justru melihat pembangunan di Sumba Barat Daya tetap bergerak, bahkan cukup baik,” ujarnya.

Gubernur Melki menilai salah satu indikator yang paling terlihat adalah meningkatnya aktivitas penerbangan dan mobilitas masyarakat. Hal tersebut menunjukkan bahwa Sumba Barat Daya memiliki potensi besar sebagai pusat pergerakan ekonomi di Pulau Sumba.

Untuk diketahui bahwa konektivitas transportasi udara di Bandara Tambolaka terus mengalami perkembangan, saat ini telah tersedia sejumlah rute penerbangan yang menghubungkan Tambolaka dengan Denpasar serta Tambolaka dengan Lombok.

Ia juga menyoroti besarnya perputaran dana dari sejumlah program nasional di daerah tersebut. Dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) saja terdapat sekitar 84 sekolah dengan 33 titik layanan, yang diperkirakan menggerakkan dana hingga Rp300 miliar. Selain itu terdapat sekitar 175 Koperasi Desa dengan potensi perputaran dana sekitar Rp3 miliar per koperasi.

“Kalau dihitung dari situ saja, perputaran uang yang masuk ke Sumba Barat Daya bisa mencapai sekitar satu triliun rupiah. Karena itu kita harus punya kecekatan untuk menangkap peluang yang ada,” jelasnya.

Gubernur Melki juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT saat ini tengah melakukan konsolidasi berbagai program pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota agar pelaksanaannya lebih terarah.

Salah satu fokus utama adalah perbaikan data, khususnya data kemiskinan. Pemerintah provinsi bahkan membentuk tim khusus untuk memastikan data yang digunakan benar-benar akurat sehingga program bantuan dapat tepat sasaran.

“Kalau datanya baik, maka program yang turun juga akan tepat sasaran. Karena itu kita sedang memastikan data kemiskinan benar-benar valid dan tidak bias,” katanya.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar pemerintah daerah memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk membiayai pembangunan.

Terkait penguatan ekonomi kerakyatan, Gubernur Melki menegaskan bahwa dana pemerintah sangat terbatas sehingga perlu didukung oleh sektor perbankan.

Ia juga mengungkapkan bahwa tahun ini terdapat alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di NTT sekitar Rp3 triliun, sehingga pemerintah daerah diharapkan dapat mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan fasilitas pembiayaan tersebut.

“Skema perbankan harus disesuaikan agar masyarakat kita terbiasa menjadi pengusaha,” ujarnya.

Gubernur Melki optimistis, dengan potensi yang dimiliki, ke depan Sumba Barat Daya dapat berkembang menjadi pusat tata niaga serta pergerakan ekonomi, barang, dan jasa di Pulau Sumba.

Sebelum meninggalkan Sumba Barat Daya, Gubernur Melki dan rombongan menyempatkan diri mengunjungi NTT NTT Mart di Tambolaka.

Kunjungan di Kabupaten Sumba Barat Daya ini menjadi penutup rangkaian kunjungan kerja Gubernur NTT bersama Tim Kerja Percepatan Pembangunan NTT di daratan Sumba. Selama beberapa hari terakhir, Gubernur Melki bersama rombongan turun langsung ke berbagai daerah untuk mendengar aspirasi masyarakat, melihat kondisi di lapangan, serta memastikan berbagai program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan rakyat.

Rangkaian kunjungan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi awal dari penguatan kerja bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.

Melalui rangkaian kunjungan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT juga menegaskan komitmennya untuk mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan sebagai salah satu strategi utama dalam menanggulangi kemiskinan dan stunting di daerah. Penguatan sektor pertanian, UMKM, koperasi desa, hingga dukungan pembiayaan dari perbankan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperbaiki kualitas hidup keluarga.

Demikian Siaran Pers dibuat untuk dipublikasikan.

#ayobangunntt

Penulis: Agustin Luju
Foto: Iqbal
Video: Robertus Djehatu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *