Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT
Waikabubak, 15 Maret 2026
Pada Minggu (15/3/2026) malam, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama rombongan Tim Kerja Percepatan Pembangunan NTT tiba di Kabupaten Sumba Barat dalam rangka melanjutkan kunjungan kerja di daratan Sumba.
Dalam arahannya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan rasa syukurnya karena kembali dapat mengunjungi Sumba Barat dan berdiskusi langsung dengan pemerintah daerah terkait upaya mendorong pertumbuhan ekonomi serta penurunan kemiskinan di wilayah tersebut.
“Hari ini kami bersyukur kepada Tuhan karena bisa ada lagi di Sumba Barat untuk sebuah agenda yang menurut kami penting terkait urusan ekonomi kerakyatan untuk penanggulangan kemiskinan dan stunting di Sumba Barat,” ucapnya.
“Kita tahu sendiri, potensi Sumba Barat sangat besar. Bahkan di daerah ini terdapat salah satu resort atau hotel termewah di republik ini, bahkan di dunia, yaitu NIHI Sumba,” jelasnya.
Menurutnya, potensi pariwisata yang dimiliki daerah tersebut sangat besar dan dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Gubernur Melki menegaskan bahwa Sumba Barat memiliki posisi penting sebagai daerah induk bagi kabupaten-kabupaten hasil pemekaran yakni Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya. Karena itu, menurutnya, pembangunan dan penguatan ekonomi di Sumba Barat harus terus didorong agar daerah ini tetap menjadi pusat pertumbuhan yang kuat.
“Sumba Barat ini adalah kabupaten induk bagi Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya. Karena itu pembangunan dan penguatan ekonominya harus terus didorong. Jangan sampai kabupaten induk justru dilewati oleh anak-anaknya,” ujar Gubernur Melki.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, akan terus membahas berbagai langkah strategis untuk menggerakkan ekonomi di Sumba Barat secara terintegrasi dengan kabupaten-kabupaten lain di daratan Sumba.
“Pemerintah Provinsi NTT tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, perbankan, hingga masyarakat, agar program pengembangan ekonomi kerakyatan dapat berjalan optimal,” tambahnya.
Selain itu, Gubernur Melki juga menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah pusat di daerah, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan Koperasi Desa Merah Putih.
Ia juga menegaskan bahwa peningkatan pendapatan masyarakat melalui penguatan sektor ekonomi produktif akan menjadi salah satu kunci utama dalam menurunkan angka kemiskinan dan mempercepat penanganan stunting di Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, menyampaikan harapannya agar kunjungan Gubernur NTT membawa sukacita dan berkat bagi masyarakat Sumba Barat. Menurutnya, kehadiran Gubernur memiliki makna penting dalam memperkuat sinergi pemerintah provinsi dan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di wilayah tersebut.
Seperti halnya beberapa kabupaten lain di NTT, persoalan kemiskinan dan stunting di Sumba Barat masih menjadi tantangan serius yang perlu mendapat perhatian bersama.
Bupati Yohanis Dade memaparkan bahwa pada tahun 2025, prevalensi stunting di Sumba Barat masih mencapai 22,91 persen dan masih berada dalam kategori tinggi. Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan berbagai intervensi terhadap kelompok sasaran, termasuk meningkatkan cakupan gizi rumah tangga.

Selain itu, tingkat kemiskinan ekstrem pada tahun 2025 juga masih cukup tinggi, yakni mencapai 26,47 persen. Pemerintah daerah, kata Yohanis, akan terus mendorong berbagai program penanganan untuk menurunkan angka kemiskinan tersebut.
Menurutnya, sektor pariwisata dapat menjadi salah satu penggerak utama dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Sumba Barat.
“Kami sangat berharap dukungan dari pemerintah provinsi agar pengembangan sektor pariwisata di daerah ini dapat terus diperkuat, baik melalui pembangunan infrastruktur pendukung, penataan objek wisata, pengembangan sumber daya manusia, maupun kerja sama pengelolaan pariwisata oleh empat kabupaten di daratan Sumba,” ujarnya.
“Melalui pengembangan sektor pariwisata tersebut, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) serta membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat. Saat ini juga mulai banyak investor yang membangun usaha di daerah tersebut yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan PAD.” Tambahnya.
Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen untuk terus mendampingi dan bersinergi dengan pemerintah kabupaten dalam mendorong percepatan pembangunan di daratan Sumba. Melalui kolaborasi yang kuat, diharapkan berbagai potensi daerah dapat dioptimalkan guna mempercepat penurunan kemiskinan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Demikian Siaran Pers dibuat untuk dipublikasikan.
#ayobangunntt
Penulis: Agustin Luju
Foto: Iqbal
Video: Robertus Djehatu



